Tips Memilih Tukang Dalam Membangun Rumah

Sebenarnya sama saja, mau harian atau borongan. Asal intinya pengerjaannya bisa bagus. Cuma memang harus jeli untuk memutuskan membangun hunian anda dengan membayar tukang harian atau borongan.

Untuk saat ini, harga tukang untuk dibayar harian sekitar Rp 180 ribu untuk dua tukang. Biasanya mereka yang bekerja itu mengajak teman, jadi berdua. Sementara untuk sistem borongan, tergantung negosiasi dengan tukang.

Untuk gambaran, belum lama ini sekira 4 bulan lalu saya membangun tumah. Saya membayar tukang dengan sistem borongan. Saya ingin membangun dapur dan bagian belakang dengan luas sekira 4 x 8 meter. Yang dikerjakan adalah membangun tembok, atap genteng, pasang plafon, dapur, pasang keramik dapur-ruang tamu-kamar, pasang pintu jendela dapur-kamar-ruang tamu, pengecoran atap, gali lobang tinja, dan renovasi kamar mandi. Biaya jasa Rp 14 juta. Biaya itu dengan perjanjian bersih, tanpa memberi tukang makan dan sebagainya. Sementara si tukang pemborong menggunakan 3 tukang dan menginap. Estimasi pengerjaan selama 2 bulan.

Namun ada yang perlu diperhatikan jika memutuskan ingin membayar tukang borongan atau harian. Pertama lihat sisi banyak kerjaan. Jika yang akan direnovasi banyak, maka lebih baik dilakukan dengan borongan saja. Anda juga bisa memperkirakan sendiri dengan sederhana. Semisal merenovasi kamar mandi itu bisa dikerjakan sekira maksimal 5 hari. Nah jika yang dikerjakan hanya itu saja, lebih baik harian.

Satu hal yang menjadi rumusan baku menurut pengalaman saya, yaitu tidak semua tukang jujur, bahkan kebanyakan tidak jujur. Biasanya tukang yang dibayar harian akan memperlambat kerjanya. Mereka akan kerja dari pukul 8 pagi sampai 4 sore. Tentu akan membuat uang Anda akan keluar terus untuk mereka yang bekerja minim.

Sementara yang tukang dibayar borongan akan mempercepat kerja mereka, bahkan mendesak si punya hunian untuk mensuplay bahan bangunan. Sebab mereka akan rugi waktu. Estimasi pengerjaan yang mereka klaim bisa 2 bulan, mereka akan 'kebut' kerjaan menjadi 1 sampai 1,5 bulan. Ini bahaya lho...

Pengalaman saya menggunakan tukang borongan pun begitu, bahkan si tukang berani memesan matrial sendiri dan semaunya. Jahat-nya lagi, mereka tidak segan menggunakan bahan bangunan dengan boros, asal kerjaannya praktis, dan cepat selesai tentunya. Rumusan itu pasti Anda alami, sebab satu hal memang tidak ada tukang bangunan yang jujur. Karena saya belum menemukannya.

Semua itu sebenarnya bisa dihindari dengan terus memelototi mereka. Ini sangat sulit memang. Bahkan untuk menegur saja Anda perlu berpikir berkali-kali, sebab mereka yang menjadi 'pilot' dalam pembangunan hunian Anda. Jangan-jangan hunian Anda dibuat rapuh karena si tukang merasa sakit hati.


Bagikan ya: Facebook Twitter Google+

Tips Memilih Tukang Dalam Membangun Rumah

Posted by wwwcampfire, Published at 07.37.

Comments Facebook :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar